Custom Search
anatomy - histology - veterinary - cells - biotechnology

BAHAN PENGAWET DAN PEMANIS PADA JAMBU BIJI


 

BAHAN PENGAWET (As. Benzoat)

DAN BAHAN PEMANIS (Sakarin, Siklamat dan Aspartam)

PADA PRODUK JUS JAMBU BIJI "Guava" (Psidium guajava)


 

ABSTRAK


 


 

I Wayan Eka Nadi . 0611205007. 2011. Identifikasi Bahan Pengawet (As. Benzoat) dan Bahan Pemanis (Sakarin, Sikalamat dan Asapartam) Pada Produk Jus Jambu Biji " Guava" (Psidium guajava) Yang Beredar di Wilayah Kota Denpasar. Di bawah bimbingan Ir. Sri Mulyani, MP dan Dr. Ir. G. P. Ganda Putra, MP.


 


 

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Menentukan ada tidaknya bahan pengawet asam benzoat dan bahan pemanis saakarin, siklamat dan aspartam pada produk jus jambu yang beredar di kota denpasar. (2). Menentukan jenis dan jumlah bahan pengawet asam benzoat dan bahan pemanis sakarin, siklamat dan aspartam yang terkandung pada produk apakah sudah sesuai dengan SNI 01-6693-2004.

Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang terdiri dari penentuan populasi, Pengambilan sampel dan analisis laboratorium. Jumlah sampel yang yang dianalisis adalah sebanyak 42 sampel yang kan di analisis. Merek sampael yang sama akan dihomogenkan terlebih dahulu, setelah itu baru dianalisis.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa produk jus jambu yang bermerek Yang beredar di wilayah kota Denpasar tidak ada yang mengandung bahan pemanis buatan (Sakarin, Siklamat dan Aspartam). Ini membuktikan bahwa memang benar produk jus jambu tersebut tidak mengandung pemanis buatan sesuai dengan yang di cantumkan pada masing-masing kemasan produk jus jambu tersebut. Hasil penelitian Bahan Pengawet Asam Benzoat adalah kusuma (0,04%), Okky jelly (0,01%) dan sampel yang lain menunjukkan negatif atau tidak ada puncak. Ini membuktikan bahwa pengawet yang terkandung dalam produk jus jambu yang bermerk sudah sesuai dengan SNI 01-6693-2004.


 


 


 


 

Kata Kunci : Produk Jus Jambu, Sakarin, Aspartam, Siklamat dan Asam Benzoat.


 


 


 


 


 


 


 

ABSTRACT


 

I Wayan Eka Nadi. 0611205007. 2011. Preservative Material Identification (As.Benzoate) and Materials Sweetener (Saccharin, Cyclamate and Aspartame) At Guava Juice Products " Guava" (Psidium Guajapa) The circulating in the Territory of Denpasar. Under the guidance of Ir. Sri Mulyani, MP and Dr. Ir. G. P. Ganda Putra, MP.


 

    This research aims to (1). Determine the presence of or absence of preservatives benzoic aic and the sweetener saccharin, cyclamate and aspartame on guava juice products circulating in the city of Denpasar. (2). Specify the type and amont of preservatives benzoic acid and the sweetener saccharin, cyclamate and aspartame contained in the products, if it was in accordance with SNI O1-6693-2004.


 

    This research was conducted, by survey method consists of determining the population, sampling and laboratory analysis. The number of samples analiyzed are as many as 42 samples. Brand of the same sample will be mixed in advance, after the new analysis.


 

    Results showed that guava juice products are branded guava, which circulated in the city of Denpasar, Which contain no artificial sweetener (Saccharin, Cyclamate and Aspartame). This proves that it is true guava juice products do not contain artificial sweetener in accordancewith the imprinted on each product pakckage that guava juice. Materials research results preservative Benzoic acid is a brand kusuma sample (0,04%), Okky jelly (0,01%) and other samples showed negative or no peak. This proves that the preservatives contained in guava juice products, which that the preservatives accordance with SNI 01-6693-2004.


 


 

Keywords : Guava juice products, Saccharin, Aspartame, Cyclamate and Benzoid acid.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

RINGKASAN


 

    Salah satu produk jus buah yang yang beredar di pasaran dan banyak digemari masyrakat akhir-akhir ini adalah jus jambu. Hal ini berkaitan dengan manfaat produk ini sebagai minuman untuk penderita penyakit demam berdarah. Kandungan Fe pada jambu mampu meningkatkan hemoglobin darah, sehingga produk ini di sarankan untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit demam berdarah, (Andri , 2008). Pertumbuhan pasar minuman jus setiap tahunnya mencapai 15 hingga 20%. Beberapa perusahan yang memproduksi jus jambu misalnya, Unilever dengan produk Buavita dan Gogo, Coca-cola punya Minute Mid Pulpy Orange, sementara Sosro dengan produk Choice Juice. PT. Ultrajaya Milk Industry Trading Company, Tbk, merupakan salah satu industri pengolahan yang memproduksi jus buah yang pangsa pasarnya lebih dari 62% total katagori jus UHT, (Anonimus, 2009).

    Seperti sifat jus buah pada umumnya, produk jus jambu cepat mengalami kerusakan, sehingga produk-produk jus yang ada di pasaran biasanya ditambahkan bahan pengawet dan untuk effisiensi biaya produksi perusahaan biasanya juga menambahkan bahan pemanis. Menurut Winarno dan Rahayu (1994), pemanis sintetis yang kini banyak berkembang di Indonesia adalah sakarin, siklamat dan aspartam. Dari ketiga jenis bahan pemanis tersebut semuanya pernah mengalami kontroversi dalam penggunannya. Bahan pengawet dan bahan pemanis banyak digunakan untuk tujuan mengurangi biaya produksi dalam pembuatan berbagai makanan, seperti sirup, jenang, getuk dan lain-lain. Sampai saat ini masih di perdebatkan mengenai bahaya pemakaian bahan pengawet dan pemanis buatan, terutama masalah sifat karsinorganik. Sudah terbukti bahwa pemakaian pemanis dan pengawet yang cukup banyak dan terus menerus dalam percobaan binatang dapat menimbulkan kanker (Tranggono et al.,1990). Dicurigai minuman jus jambu dalam kemasan gelas plastik yang sering dikonsumsi oleh anak-anak mengandung bahan pengawet dan bahan pemanis yang berlebihan. Terbukti pernah terjadi kasus yaitu anak-anak sakit sehabis mengkonsumsi minuman tersebut. Dari pristiwa tersebut dan dari manfaat yang dimiliki oleh minuman jus jambu yaitu berfungsi untuk kesehatan maka mutu produknya harus sesuai dengan persyaratan yang berlaku atau aturan yang sudah di keluarkan oleh Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 dan BPOM 2004. Untuk memastikan kandungan bahan pengawet dan bahan pemanis pada jus jambu, maka perlu diadakan penelitian pada produk jus jambu yang beredar di pasaran agar kandungan bahan pengawet dan bahan pemanisnya sesuai dengan standar mutu yang berlaku.

    Penelitian uji bahan pengawet dan pemanis pada jus jambu yang beredar di kota Denpasar bertujuan untuk mengetahui jumlah bahan pengawet dan bahan pemanis yang terkandung pada produk tersebut dan apakah sudah sesuai dengan standar mutu yang sesuai.

Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang terdiri dari penentuan populasi, Pengambilan sampel dan analisis laboratorium. Jumlah sampel yang yang dianalisis adalah sebanyak 42 sampel yang kan di analisis. Merek sampael yang sama akan dihomogenkan terlebih dahulu, setelah itu baru dianalisis.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa produk jus jambu yang bermerek Yang beredar di wilayah kota Denpasar tidak ada yang mengandung bahan pemanis buatan (Sakarin, Siklamat dan Aspartam). Ini membuktikan bahwa memang benar produk jus jambu tersebut tidak mengandung pemanis buatan sesuai dengan yang di cantumkan pada masing-masing kemasan produk jus jambu tersebut. Hasil penelitian asam benzoat menunjukkan bahwa hanya dua merk produk jus jambu yang dapat diketahui dengan menggunakan alat HPLC Kolom C 18, yaitu merk kusuma drink sebanyak 0,04% dan Okky jelly drink sebanyak 0,01%. Produk yang lainnya menunjukkan negatif atau tidak ada puncak. Hasil ini didapat dengan menggunakan perhitungan yaitu Konsentrasi = Luas area sampel / Luas area standar X %Standar.

Dari hasil yang didapat pada penelitian bahan pengawet asam benzoat dan bahan pemanis buatan sakarin, siklamat dan aspartam dapat disimpulkan bahwa produk jus jambu biji yang bermerek yang beredar di kota Denpasar tidak mengandung bahan pemanis buatan dan produk jus jambu biji yang bermerek yang mengandung bahan pengawet asam benzoat adalah sampel merk kusuma drink (0,04%) dan sampel merk Okky jelly drink (0,01%). Sampel yang lain menunjukkan negatif atau tidak ada puncak. Ini menunjukkan bahwa kandungan bahan pengawet dan bahan pemanis butan pada produk jus jambu yang bermerk yang beredar di kota Denpasar sudah sesuai dengan SNI 01-6693-2004.

    
 


 


 


 


 


 


 

I. PENDAHULUAN


 

I.1. LATAR BELAKANG

    Pada saat ini banyak jenis minuman yang beredar di pasaran, salah satunya adalah minuman jus buah. Jus buah banyak di jumpai di swalayan-swalayan, dan mempunyai potensi yang baik. Minuman jus buah mempunyai manfaat untuk kesehatan dan kesegaran badan. Beberapa manfaat yang dimiliki oleh jus buah diantaranya yaitu dapat memperlancar pencernaan dan mencegah konstipasi, sebagai antioksidan, mencegah dan mengobati sariawan dan menurunkan kolestrol. Terdapatnya beberapa jenis minuman yang beredar di pasaran, akhir-akhir ini menunjukkan bahwa prospek pemasaran jus buah meningkat, (Andri, 2008).

    Salah satu produk jus buah yang yang beredar di pasaran dan banyak digemari masyrakat akhir-akhir ini adalah jus jambu. Hal ini berkaitan dengan manfaat produk ini sebagai minuman untuk penderita penyakit demam berdarah. Kandungan Fe pada jambu mampu meningkatkan hemoglobin darah, sehingga produk ini di sarankan untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit demam berdarah, (Andri, 2008). Pertumbuhan pasar minuman jus setiap tahunnya mencapai 15 hingga 20%. Beberapa perusahan yang memproduksi jus jambu misalnya, Unilever dengan produk Buavita dan Gogo, Coca-cola punya Minute Mid Pulpy Orange, sementara Sosro dengan produk Choice Juice. PT. Ultrajaya Milk Industry Trading Company, Tbk, merupakan salah satu industri pengolahan yang memproduksi jus buah yang pangsa pasarnya lebih dari 62% total katagori jus UHT, (Anonimus, 2009).

    Seperti sifat jus buah pada umumnya, produk jus jambu cepat mengalami kerusakan, sehingga produk-produk jus yang ada di pasaran biasanya ditambahkan bahan pengawet dan untuk effisiensi biaya produksi perusahaan biasanya juga menambahkan bahan pemanis. Menurut Winarno dan Rahayu (1994), pemanis sintetis yang kini banyak berkembang di Indonesia adalah sakarin, siklamat dan aspartam. Dari ketiga jenis bahan pemanis tersebut semuanya pernah mengalami kontroversi dalam penggunannya. Bahan pengawet dan bahan pemanis banyak digunakan untuk tujuan mengurangi biaya produksi dalam pembuatan berbagai makanan, seperti sirup, jenang, getuk dan lain-lain. Sampai saat ini masih di perdebatkan mengenai bahaya pemakaian bahan pengawet dan pemanis buatan, terutama masalah sifat karsinorganik. Sudah terbukti bahwa pemakaian pemanis dan pengawet yang cukup banyak dan terus menerus dalam percobaan binatang dapat menimbulkan kanker (Tranggono et al.,1990). Dicurigai minuman jus jambu dalam kemasan gelas plastik yang sering dikonsumsi oleh anak-anak mengandung bahan pengawet dan bahan pemanis yang berlebihan. Terbukti pernah terjadi kasus yaitu anak-anak sakit sehabis mengkonsumsi minuman tersebut. Dari pristiwa tersebut dan dari manfaat yang dimiliki oleh minuman jus jambu yaitu berfungsi untuk kesehatan maka mutu produknya harus sesuai dengan persyaratan yang berlaku atau aturan yang sudah di keluarkan oleh Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 dan BPOM 2004. Untuk memastikan kandungan bahan pengawet dan bahan pemanis pada jus jambu, maka perlu diadakan penelitian pada produk jus jambu yang beredar di pasaran agar kandungan bahan pengawet dan bahan pemanisnya sesuai dengan standar mutu yang berlaku.

    Penelitian uji bahan pengawet dan pemanis pada jus jambu yang beredar di kota Denpasar bertujuan untuk mengetahui jumlah bahan pengawet dan bahan pemanis yang terkandung pada produk tersebut dan apakah sudah sesuai dengan standar mutu yang sesuai.


 

1.2. PERUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah yang akan di teliti yaitu :

  1. Menentukan ada tidaknya bahan pengawet asam benzoat dan bahan pemanis saakarin, siklamat dan aspartam pada produk jus jambu yang beredar di kota denpasar.
  2. Menentukan jenis dan jumlah bahan pengawet asam benzoat dan bahan pemanis sakarin, siklamat dan aspartam yang terkandung pada produk apakah sudah sesuai dengan SNI 01-6693-2004.


     

1.3. HIPOTESIS

Hipotesis dalam penelitian ini adalah produk minuman jus jambu yang beredar di wilayah kota Denpasar diduga mengandung bahan pengawet Asam Benzoat dan bahan pemanis Sakarin, siklamat dan aspartam dengan jumlah yang tidak sesuai dengan SNI 01-6693-2004.


 

1.4. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian adalah untuk :

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya bahan pengawet Asam Benzoat dan pemanis Sakarin, siklamat dan aspartam pada jus jambu yang beredar di kota denpasar.
  2. Untuk mengetahui jenis dan jumlah bahan pengawet Asam Benzoat dan bahan pemanis Sakarin, siklamat dan aspartam yang terkandung pada produk serta apakah sudah sesuai dengan SNI 01-6693-2004

1.5. MANFAAT PENELITIAN

    Hasil penelitian diharapkan dapat berguna sebagai imformasi bagi instansi terkait melaksanakan pembinaan kepada masyarakat, khususnya perusahaan atau industri yang memproduksi minuman jus buah khsusnya Jus Jambu, agar lebih memperhatikan pemakaian bahan pengawet dan pemanis terutama jenis serta jumlah bahan pengawet dan pemanis yang aman dan sudah sesuai dengan standar mutu yang di tentukan oleh SNI No. 01-6693-2004.demi menjaga keselamatan dan kesehatan konsumen.

Custom Search
 
task